Polisi Juga Tangkap Pria Yang Menghamili

1News.id, Kutai Kartanegara – Kasus pembunuhan bayi di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya terungkap. Hanya dalam beberapa hari saja, Unit Opsnal Polres Kukar bersama Polsek Sebulu pimpinan Ipda Aksar berhasil menangkap ibu kandung bayi malang berkelamin pria itu. Penangkapan terjadi, Jumat (17/6) siang sekitar pukul 12.00 Wita dikediamannya di Jalan Jendral M Yusuf, RT 07, Desa Sebulu Modern, Sebulu.

Ternyata ibu yang tega membunuh darah dagingnya tersebut bukan wanita dewasa, melainkan gadis belia berusia 16 tahun dan masih pelajar. Ibu muda tersebut berinisial NR, dia tinggal bersama ibunya ditempat bayi itu pertama kali ditemukan.

“ Ternyata ibu bayi itu adalah anak dari pemilik rumah tempat jasad bayi itu ditemukan. Tapi selama ini ibunya tidak tahu kalau anaknya sedang hamil, karena selalu di dalam kamar,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, didampingi Kasat Reskrim AKP Yuliansyah kepada harian ini.

Namun usaha NR menutupi perbuatannya tak bertahan lama. Polisi berhasil menyelidiki kasus ini setelah melakukan penyelidikan dilapangan selama dua hari meski minim saksi dan bukti. Tapi berkat kegigihan unit opsnal, ibu bayi itu berhasil ditemukan.

“ Jadi waktu anggota melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dilokasi kejadian, pelaku tersebut tak pernah keluar kamar. Bahkan orang tuanya juga tidak memberitahukan kalau memiliki anak gadis (NR,Red). Tapi setelah kami diberitahu warga setempat ada seorang gadis di dalam rumah itu, barulah orang tuanya jujur dan mengatakan ada di dalam kamar,” ucap Yuliansyah.

Tanpa menunggu lama, polisi langsung meminta NR untuk keluar rumah dan diintrogasi. NR tampak ketakutan dan wajahnya terlihat pucat, sampai akhirnya NR lalu mengakui kalau bayi itu lahir dari rahimnya.

“ Waktu itu hari Sabtu (11/6) lalu sekitar pukul 18.30 Wita. Pelaku merasa ingin buang air besar (BAB) di WC belakang rumah. Saat di dalam WC, pelaku mendadak melahirkan dan bayi tersebut keluar dari rahimnya. Mungkin karena takut ketahuan, pelaku langsung membuang bayi itu ke anak sungai yang ada dibawah kolong rumah pelaku sendiri,” jelas Yuliansyah.

Selain itu, NR mengaku sudah tidak datang bulan atau haid sejak Desember 2015 lalu. Dihitung sejak itu, usia bayi tersebut diperkirakan masih 7 bulan. Kemudian bayi yang dilahirkannya tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya berinisial DK (16) warga Jalan Jendral Sudirman, RT 4, Desa Sebulu Modern, Sebulu. Saat ini DK juga sudah diamankan dan keduanya sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sebulu.

“ Keduanya mengaku sudah melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali di belakang rumah atau tepatnya di sawah. Mengenai keterlibatan pacarnya (DK,Red), kita masih lakukan pendalaman apakah ada atau tidak, nanti kita kabari kembali,” tutur Yuliansyah.

Hal yang membuat polisi kaget saat mengetahui sejak melahirkan bayi pertamanya itu sampai ditangkap, NR belum menjahit kemaluannya. NR hanya menggunakan pampers atau popok untuk mencegah pendarahannya.

“ Baru hari ini (Jumat,Red) pelaku dijahit. Itupun saat kami memeriksakannya ke Puskesmas di Sebulu. Bahkan waktu kami bawa ke Polsek Sebulu, pelaku terus menangis karena merasa bersalah atas perbuatannya itu,” ujar Kasat. (bayu)