1News.id, Tana Paser – Mengganggu ketenangan dengan melakukan balapan liar, 12 motor milik pelajar SMP dan SMA diamankan petugas Sat Lantas Polres Paser. Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan melalui Kasat Lantas Polres Paser AKP Hendro Wibowo  mengatakan, pengamanan ini dilakukan guna meningkatkan pengawasan selama Ramadhan, terutama terkait kenakalan remaja.

Terhitung mulai awal hingga hari ke tujuh puasa, ke 12 unit motor yang digunakan dalam balap liar tersebut diamankan petugas.

“Ini merupakan upaya kami menjaga ketertiban lalu lintas, menghindari Kriminalitas yang ditimbulkan dari kenakalan remaja di bulan Ramadhan,” kata Hendro, Selasa (14/6).

Selama bulan Ramadhan, dikatakan Hendro kenakalan remaja lebih meningkat terutama dalam aksi balap liar dan bermain petasan yang dapat mengganggu Ibadan umat muslim.

“Balap liar dan petasan dilakukan anak-anak saat Tarawih dan usai saur di pagi hari. Dan pada saat itulah bertepatan dengan umat muslim menjalankan ibadahnya,” ucap Hendro.

Disampaikan Hendro, saat ini Sat latas telah menentukan titik lokasi yang sering kali dijadikan tempat untuk balapan liar, dan pengawasan dilakukan lebih ekstra pada titik-titik tersebut.

“Jalur dua di belakang stadion, jalur dua Jl. Jenderal Sudirman sepanjang siring Sungai Kandilo, dan Jalur dua Desa Rantau Panjang arah Bandara seringkali dijadikan tempat balapan liar,” ungkapnya.

Disamping itu, sidang akan dilaksanakan pada bulan September. Kasat Hendro telah menghimbau pemilik sepeda motor untuk mengambil usai persidangan.

“Ada dua pilihan, mengikuti persidangan dan membayar denda di pengadilan pada bulan September, atau membayar tebusan langsung melalui Bank, namun nominalnya jauh lebih besar, yaitu Rp 3 juta,” ujar Hendro.

Selain itu Sat Lantas juga mengimbau bagi komunitas-komunitas motor yang ada di Kabupaten Paser untuk berkendara dengan tertib dan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Tidak masalah jika komunitas motor tersebut tidak melanggar aturan, karena sebaiknya komunitas dapat ditiru kebaikannya oleh masyarakat lainnya,” tutup Hendro.

Reporter: Kensya/ Editor: Esa Fatmawati