1News.id, Samarinda – Mengenai penangkapan tiga pelaku diduga pengedar ganja seberat 15 Kg oleh Polresta Samarinda, Selasa (17/5) sore, rupanya menyimpan teka-teki yang cukup pelik. Ini dikarenakan barang haram tersebut diduga adalah milik seorang warga Rutan Kelas II A Sempaja.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan oleh salah seorang terduga pengedar yakni EJ. EJ yang merupakan istri pengedar narkoba mengatakan bahwa ganja tersebut adalah milik warga rutan.
“Suami saya memang terlibat dalam peredaran narkoba. Sedangkan ganja itu milik seorang warga Rutan,” sebutnya.
Warga rutan yang diduga menjadi penggerak utama peredaran ganja tersebut disinyalir berinisal DW. DW sendiri adalah rekan dari suami EJ sehingga kemudian ia harus ikut terciduk oleh kepolisian.
“Saya tahu itu ganja, makanya sebenarnya saya gak mau bantu,” sesalnya.
Berdasar kronologis kejadian, paketan tersebut dikirim dari sebuah desa di Sabang, Aceh yang dikirimkan ke Adi (Suami EJ, red). Adi adalah rekan dari DW serta yang meminta JM mengaambil paketan di rumahnya untuk diantar ke tempat keluarganya di daerah Karang Paci.
Sampai berita ini turun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polresta Samarinda. Tapi jika pengakuan EJ benar adanya, maka dipastikan kasus ini akan panjang karena otak dari peredaran ganja adalah seorang tahanan. Seperti diketahui seorang tahanan seharusnya tidak memiliki handphone sebagai alat komunikasi dengan dunia luar. Belum lagi jika nantinya ada petugas rutan yang terlibat.

Reporter : Arif/ Editor: Esa Fatmawati