1News.id, Tana Paser – Korban KM Vega yang diketahui mengangkut rombongan pengantin yang sebelumnya tenggelam di Muara antara Desa Slengot dan Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan Kabupaten Paser, Kamis (5/5) kemarin telah ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Chandra Irwandi saat dihubungi mengungkapkan, tim SAR yang terdiri dari BPBD, Basarnas Balikpapan, Kodim 0904, Polres Paser, serta Brimob Polda Kaltim telah menemukan 7 korban meninggal dunia.

“Hasil pencarian hari ini korban hilang dapat ditemukan, total penumpang KM Vega 54 orang, 47 orang selamat dan 7 korban meninggal dunia,” ucap Chandra, Jumat (6/5).

Chandra mengungkapkan, dua diantara korban meninggal dunia merupakan anak kecil berusia 5 dan 8 tahun.

“Korban meninggal Aulia 5 tahun dan Nunung 8 tahun keduanya warga kelurahan Tanah Grogot. Lima korban meninggal warga desa Damit kecamatana Pasir Belengkong diantaranya, Kalsum, Nurdiana, Halimah, Limas dan Wahyu,” Jelas Chandra.

Tujuh korban meninggal tersebut dibawa kembali ke Desa Damit dan kelurahan Tanah Grogot untuk dimakamkan pihak keluarga. Sedangkan 47 korban selamat ditempatkan di dua titik evakuasi.

“Korban selamat langsung dibawa kedua titik lokasi evakuasi, yaitu di Desa Tanjung Aru dan di desa Labuan Kalo Kecamatan Tanjung Harapan. Kemudian 47 korban dikumpulkan pada satu titik di Desa Lori,” ungkap Chandra.

Diketahui kapal nelayan KM Vega yang diikuti oleh rombongan pengantin berangkat dari pelabuhan Lori menuju Tanjung Harapan sekitar pukul 16.00 Wita untuk melaksanakan resepsi pernikahan di kediaman mempelai wanita di Tanjung Harapan.

“Diduga karena kelebihan muatan dan kondisi cuaca sedang buruk, kapal tersebut tenggelam dihantam besarnya gelombang laut yang besar saat itu,” ucap Chandra.

Dijelaskan Chandra, Penumpang yang berhasil naik kepermukaan laut terombang ambing dengan pelampung nelayan dan jurigen minyak yang mengapung kepermukaan.

“Untungnya ada pelampung dan jurigen minyak untuk berpegangan para penumpang yang selamat. Hingga akhirnya ditemukan kepal nelayan, menjelang azan maghrib mereka berhasil di evakuasi,” pungkasnya.

Reporter: Ken sya/ Editor: Esa Fatmawati