1News.id, Samarinda – Terkait keberangkatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ke Russia ,  Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) justru melontarkan kalimat satir, dengan menganjurkan gubernur dan seluruh jajaran SKPD Kaltim, untuk bermukim di Negri Beruang Merah tersebut.

Pasalnya menurut mereka Gubernur lebih responsif, menindak lanjuti permintaan investor Russia untuk berkunjung walau dalam keadaan sakit.

“Ketika rakyat berteriak, karena lubang tambang kembali menelan korban di Samarinda, Gubernur justru tak menghiraukan sedikitpun. Malah lebih memilih untuk melancong dengan kursi roda bahkan bersama rombongan nya ke Russia,” ujar Dinamistor Jatam, Merah Johansyah.

“Jadi saran kami lebih baik pergilah dengan seluruh SKPD  ke Russia dan jangan pulang”. Lanjut Merah menegaskan.

Tak hanya itu Jatam kembali menegaskan atas penolakan dan mendesak pemerintah agar membatalkan proyek kerja sama Russia – Indonesia dan Pemprov Kaltim tentang pembangunan rel kereta api batu bara karena jelas akan berdampak pada lingkungan hidup dengan tidak membawa manfaat malah menjadi bom waktu bagi kerusakan massive lingkungan.

“Pembangunan rel kereta 183 km dari Kubar ke Balikpapan, hanya mempercepat penghabisan sumber daya alam Kaltim dari peta Russian Railways (perusahaan/investor russia, Red) kami menemukan akan ada upaya membuka kawasan hutan lindung sungai wain (HLSW) di muaranya yang mana itu adalah lahan serapan air bagi kota Balikpapan”. pungkas Merah.

Dan untuk diketahui sebelumnya gubernur beserta jajaran mengadakan konferensi pers terkait keberangkatannya di bulan mei ini ke shoci, russia. Akan disertai bupati dan wali kota yang wilayahnya akan dilewati proyek kereta api  dengan berpesan kepada awak media agar tidak membesar-besarkan rencana ini yang menurutnya sebagai upaya politis untuk melengserkan dirinya dari kursi kaltim-1.

Reporter : Rizki Chaidier Hafiezd/ Editor : Riadi Saputra