1News.id, Samarinda – Gubernur Kaltim Awang Faorek Ishak kembali menjadi sorotan karena berencana ‘boyongan’ ke Rusia untuk membahas mengenai proyek kereta api. Tak ingin timbul multi tafsir atas kunjungan kerjanya, Awang kemudian menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur (4/5) untuk menyampaikan maksud dan tujuannya ke Rusia.

Awang menjelaskan bahwa kepergiannya ini dilandasi undangan dari Presidan Joko Widodo untuk menghadiri rapat terkait kelanjutan proyek kereta api di beberapa wilayah di Indonesia. Yang kemudian menjadi sorotan adalah karena kali ini Awang tidak pergi sendirian. Ia rencananya akan membawa beberapa Bupati di Kaltim yang kemudian membuat berbagai tudingan terus mengalir karena dianggap pemborosan anggaran. Padahal, APBD Kaltim maupun Kabupaten/ Kota sedang mengalami defisit.

“Kenapa saya mengajak para Bupati tersebut? Supaya mereka mampu menjelaskan keadaan daerahnya masing-masing kepada calon investor,” bukanya.

Awang menambahkan bahwa Bupati yang diajak hanya berasal dari daerah yang dilewati jalur kereta api.

“Siapa yang bisa jamin di daerah mereka (Bupati yang bersangkutan, red) tidak bermasalah? Siapa yang jamin tanah di daerah mereka bebas konflik? Oleh karena itulah saya mengajak mereka agar investor yakin untuk menanamkan modalnya di Kaltim,” lanjut Guernur dua periode ini.

Awang berkeras bahwa kepergiannya ini jauh dari kesan plesiran dan liburan semata. Ini dilakukannya agar investor asal Rusia benar-benar yakin terhadap situasi di Kaltim kondusif untuk menanamkan modal.

“Rusia ini kan memiliki industri kereta api terbaik di dunia. Jadi sayang kalau sampai lepas. Proyek yang diadakan oleh Presiden saja bisa macet apalagi yang mengadakan Gubernur, makanya harus diyakinkan dengan sungguh-sungguh,” tutupnya.

Awang meminta kepada semuanya agar tidak membesar-besarkan rencana ini dan jangan sampai ada upaya politis untuk melengserkan dirinya dari kursi Kaltim-1.

Reporter: Arif/ Editor: Esa Fatmawati