1News.id, Cilacap – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap menilai Program Bangga Mbangun Desa yang dicanangkan Bupati Tato Suwarto Pamuji tidak membuahkan hasil nyata. Buktinya, masih banyak wilayah khususnya di pelosok Kabupaten Cilacap yang belum tersentuh pembangunan atau peningkatan taraf hidup meski program tersebut sudah berjalan lebih dari 4 tahun.

Ketua DPRD Cilacap dari Fraksi PDIP Taufik Nur Hidayat mengatakan, pada dasarnya Bangga Mbangun Desa merupakan program lokal yang digagas Bupati dan dibiayai menggunakan keuangan daerah Kabupaten Cilacap. Namun yang terjadi, hampir tidak ada satupun program khususnya pembangunan infrastruktur pedesaan yang dibiayai APBD Cilacap atau digagas oleh Bupati Tato.

“Nah yang diklaim dan dilaporkan sebagai hasil Program Bangga Mbangun Desa adalah program provinsi dan pusat. Contoh, betonisasi jalan raya. Ini kan program provinsi. Lho kok diklaim sebagai hasil Bangga Mbangun Desa,” kata Taufik, Senin (09/05).

Dari data yang dihimpun 1News.id program Bangga Mbangun Desa setidaknya bertujuan untuk mengetahui dan mengangkat potensi suatu desa. Salah satu targetnya adalah mencegah arus urbanisasi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Namun setelah berjalan lebih dari 4 tahun, taraf hidup dan infrastruktur pedesaan belum ada peningkatan.

Secara terpisah Koordinator LSM Seroja Cilacap Ekanto menilai ajakan Ayo Kerja dan Bangga Mbangun Desa merupakan slogan yang terlambat. Apalagi saat ini sudah mendekati agenda Pilkada Cilacap 2017, sehingga ajakan tersebut cukup bernuansa politis.

“Kenapa baru sekarang bupati mengajak bekerja. Selama ini bupati kemana dan ngapain. Seharusnya begitu usai dilantik, saat itu juga bupati melakukan kerja agar Bangga Mbangun Desa membuahkan hasil selama periode dia menjabat,” ujar Ekanto.

reporter: Cokie/ Editor: Esa Fatmawati