1News.id, Samarinda – Lama menjalin asmara, Rangga (21), yang cintanya tiba-tiba diputus sepihak oleh Cinta (21) – bukan nama sebenarnya – yang hampir mati ditangannya sendiri, Minggu (8/5) lalu. Hal tersebut berawal dari adu mulut antara keduanya yang berujung penganiayaan. Korban akhirnya melaporkan perilaku Rangga ke Polsekta Samarinda Utara Senin (9/5) kemarin.

Dari keterangan korban, awal mulanya keduanya sudah sempat cekcok melalui handphone (HP) lantaran kelakuan Rangga yang sifatnya keras. Tak lama, pulang dari kerja, Cinta dijemput dan dibawa ke rumah Rangga.

Di sana, korban bercerita bahwa dirinya sudah tidak tahan dan meminta hubungannya berakhir. Pernyataan tersebut sontak membuat Rangga yang masih penuh emosi melayangkan pukulan serta tendangan ke tubuh Cinta. Tak cukup itu, sebuah senjata tajam berjenis samurai diacungkan ke korban untuk menarik semua perkataan yang sempat diucapkan.

Korban yang tak berdaya langsung meminta diantarkan pulang dan seketika itu pula dituruti Rangga, lantaran kekasihnya berpura-pura telah menarik perkatannya tadi.

Ketika di kediamannya, keluarga Cinta melihat ada yang aneh pada langkah kaki korban. Terus dicecar, Cinta akhirnya bicara. Keluarganya yang geram langsung membawa Cinta ke rumah sakit untuk berobat kemudian ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Korban yang sudah bisa dimintai keterangan menyebut, bahwa motor miliknya masih sempat dibawa Rangga. Berhasil dipancing, pelaku akhirnya menyerahkan motor sembari ditemani beberapa rekannya di Jalan Gatot Subroto. Namun, polisi berpakaian preman yang sebelumnya sudah menunggu langsung menciduk pelaku.

“Saya cuma mau kembalikan motor,” sebut Rangga. Saat diperiksa, polisi menemukan sebilah badik yang disimpan di pinggang.

Sampai di kantor polisi, Rangga masih menolak disebutkan berbuat kasar. Namun, hasil visum membuat pemuda itu tak lag bisa mengelak.

Sementara itu, Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso turut membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan saat ini Rangga telah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

“Tersangka sudah kami amankan, dan saat ini sedang kami lakukan proses lanjutan hukumnya,” singkat Erick.

Reporter: Muhammad Zulkifli/ Editor: Esa Fatmawati