Kepala, Tangan dan Kaki Kanan Putus

1News.id, Kutai Kartanegara – Seorang nelayan di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi korban keganasan buaya muara. Ialah Sardiansyah (40) warga Jembatan Baru, RT 27, Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kukar. Tubuhnya ditemukan tercabik-cabik dan sebagian tubuhnya hilang dimakan buaya sepanjang 4 meter tersebut.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Anggana AKP Indramawan menerangkan, insiden berdarah yang menewaskan Sardiansyah terjadi Rabu (18/5/2016) pagi sekitar pukul 11.00 Wita di Sungai Bayur, Desa Sepatin, Anggana. Saat itu Sardiansyah sedang mencari kepiting menggunakan perahu ketinting atau ces bersama rekannya, Misran (55) dan Rasyid (30).

“ Waktu mencari kepiting, mereka berada di perahu masing-masing dan jaraknya lumayan jauh. Ketika korban sedang memasang alat untuk menangkap kepiting, saksi (Misran dan Rasyid) melihat kaki korban diterkam buaya berwarna hitam sepanjang 4 meter,” ucap Indramawan kepada harian ini.

Misran dan Rasyid saat itu, lanjut Kapolsek, sempat melihat tubuh Sardiansyah dibanting-banting oleh buaya itu di dalam sungai. Kemudian keduanya bergegas mendatangi keluarga Sardiansyah untuk memberitahukan kejadian itu.

“ Setelah mendapatkan laporan dari saksi, keluarga beserta warga lainnya langsung mendatangi lokasi korban diterkam buaya. Ternyata saat itu buaya itu masih ada sambil memangsa korban dengan posisi kepala berada di dalam mulut buaya tersebut,” terang Indramawan.

Keluarga beserta warga langsung berupaya mengusir buaya itu, meskipun mereka sudah mengetahui Sardiansyah sudah tak bernyawa. Setelah buaya itu kabur, jasat Sardiansyah yang sudah tak berpakaian langsung diangkat menggunakan perahu ketinting untuk dibawa ke rumah duka sekitar pukul 5 sore.

“ Rencananya besok (19/5/2016) jasad korban akan dikebumikan. Mengenai kejadian ini kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang bekerja sebagai nelayan di Anggana agar lebih berhati-hati, mengingat buaya tersebut masih berkeliaran di sungai,” kata Indramawan.

Reporter: Bayu/ Editor: Esa Fatmawati