1News.id, Balikpapan – Seorang pemuda yang dikenal dengan nama panggilan Acho tewas di Rumah Sakit pada Minggu (22/5) kemarin. Acho menjadi korban pengeroyokan yang berujung pada penikaman oleh empat orang pemuda.

Keempat pelaku yakni MV (18), AI (21), HE, dan RZ bersama mengeroyok Acho pada Minggu dinihari sekitar pukul 02.00 pagi, salah seorang pelaku juga menikam korban di perut sebelah kanan menggunakan pisau, dan satu lainnya sempat menimpas kepala bagian belakang menggunakan parang.

Dua orang pelaku yakni MV dan AI ditemui di Ruang Jatanras Polres Balikpapan menceritakan kronologi kejadian pengroyokan tersebut. Dua orang pelaku lain yang diduga dibawah umur salah satunya masih dimintai keterangan oleh petugas di Unit PPA Reskrim Polres Balikpapan, sedang satu lainnya masih dalam pencarian petugas.

“Itu sebenarnya kami ngumpul di salah satu Kafe untuk ngumpul ngopi, dari situ lalu kami ngumpul di DPRD. Terus dia (HE) bilang, ada anak yang diserempet di melawai, kita kejar motornya orang yang nyerempet. Sampe akhirnya kita ketemukan di Gapura Merah, Gunung Sari Ilir,” jelas MV kepada 1News.id.

Merasa sudah menemukan orang yang dicari, pelaku mengaku hanya menanyai orang tersebut dan tidak bermaksud jahat. Hingga akhirnya korban Acho datang untuk membela.

Salah seorang pelaku, RZ sempat adu mulut dengan korban hingga akhirnya RZ dipukul korban di hidung. Marah kawanannya dipukul, AI kemudian mengambil pisau dan menusuk perut korban. Tidak berhenti sampai disitu, korban yang sudah tidak berdaya kemudian ditimpas pelaku HE menggunakan parang.

“Terus kami pergi simpan parang, terus kita semua pulang,” tambah pelaku Senin (23/5) siang.

Tiga orang pelaku berhasil diamankan petugas pada Minggu (22/5) sore dirumah pelaku yang berlokasi di kawasan Klandasan. Para pelaku mengatakan, mereka memang terbiasa berkumpul di sekitar Kantor DPRD untuk sekedar nongkrong bersama.

Meskipun para pelaku tidak mengakui adanya niatan jahat pada korban mereka, namun petugas Kepolisian masih mendalami hal tersebut. Belum lagi lokasi berkumpulnya mereka adalah Kantor DPRD yang seharusnya dijaga sekuriti dan tidak sembarang orang bisa berkumpul seenaknya.

“Ini aadalah malam Minggu berdarah, dimana dua orang tersangka adalah anak dibawah umur. Dan apa yang mereka lakukan ini sudah merupakan sadisme. Seharusnya orang tua lebih bijak mengawasi anak-anak mereka,” papar Kasat Reskrim AKP Kalfaris T Lalo melalui Paur Subbag Humas Iptu Suharto dengan diketahui Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta.

Kedua pelaku MV dan AI terancam dikenai pasal 338 KUHP juncto 170 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. Satu pelaku dibawah umur masih diperiksa petugas di Unit PPA Reskrim Polres Balikpapan, sedang satu lainnya masih dalam pencarian petugas.

“Satu pelaku lain masib pengejaran karena lolos saat penangkapan. Untuk pihak sekuriti Kantor DPRD mohon diperketat penjagaannya. Bagaimana bisa anak-anak ini berkumpul di kawasan kantor Dewan padahal ada penjagaan,” pungkas Suharto.

Reporter: Esa Fatmawa£/ Editor: Riadi