1News.id, Balikpapan – Kepolisian Sektor Balikpapan Selatan menerima laporan tindak pidana penganiayaan yang menimpa seorang sekuriti bernama Donny Antonie yang bertugas di Vancouver Perumahan Balikpapan Baru. Sekuriti tersebut melaporkan seorang perempuan atas nama Devi Susanty (38), warga Jl. Cluster Vancouver Blok HF/11 RT 62,  Kelurahan Damai Baru yang pada hari Jumat (15/4) kemarin yang telah melakukan pelemparan kursi dan mencederai wajah korban.

Pelaku mengaku geram pada korban yang menurutnya tidak melaksanakan tugasnya dengan benar sebagai sekuriti perumahan di tempatnya tinggal. Saat menyampaikan keluhannya pada sekuriti tersebut terkait keamanan kompleknya, bukannya merespon dengan baik, korban malah membentaknya di telpon.

“Saya telpon sekuriti, karena terganggu orang mengerjakan proyek dekat sebelah rumah saya, sampai dinding saya yang baru renovasi jadi retak-retak, selain itu batu-batunya juga mengganggu. Saya suruh sekuriti ketempat saya tapi tidak ada respon, lalu saya hubungi RT namun katanya bukan wewenang dia. Tidak ada penyelesaian, besoknya saya telpon lagi, mungkin dia jengkel saya telpon terus, dia lalu bentak-bentak saya, dia lalu teriak,” ungkap Devi saat ditemui di Mapolsek Balikpapan Selatan, Sabtu (16/4).

Karena kesal pihak sekuriti sama sekali tidak menggubris keluhannya sebagai warga dan merasa tidak terima dibentak di telpon, Devi lantas mendatangi Pos Security Vancouver Perumahan Balikpapan Baru.

Pelaku yang mendatangi korban di Pos lantas bertanya kepada korban perihal perilaku korban yang meneriaki pelaku di telpon. Pelaku yang bertambah kesal karena korban hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya lalu mengambil kursi yang berada diluar pos sekuriti serta melemparkan kearah korban dan mengenai kepala (wajah) korban.

Warga disekitar pos lalu melerai keduanya dan pelaku pergi meninggalkan pos sekuriti. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Balikpapan Selatan.

“Setelah laporan korban kita terima, selanjutnya kita tindaklanjuti. Saat ini kami masih menunggu hasil visum korban, karena setelah kejadian korban mengaku pusing-pusing,” jelas Panit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan Ipda Hadi Purwanto,

Hadi juga menjelaskan, hingga saat ini memang masih belum ada itikat untuk mediasi dari kedua belah pihak. Pelaku dikenai pasal 352 KUHP mengenai tindak pidana penganiayaan ringan.

Untuk selanjutnya, petugas masih menunggu hasil visum korban. Hingga saat ini pelaku masih bebas, pelaku dikenakan wajib lapor dan belum ditahan hingga saat ini.

Reporter: Esa Fatmawati

Edittor: Riadi Saputra