1News.id, Kutai Kartanegara – Warga memang patur curiga jika ada motor ditawarkan dengan harga murah. Pasalnya menurut M Laode Irwansyah alias Iwan (32), warga Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran, Samarinda, selaku tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), hanya menjual hasil aksinya per unit seharga Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.

“Selain Iwan, petugas kami juga menangkap tersangka lainnya bernama Misto, berusia 39 tahun yang tinggal di Desa Jonggon Jaya, Kukar. Ya, keduanya (Iwan dan Misto, Red) merupakan sindikat atau jaringan Curanmor yang sering beraksi di Sangasangan dan Palaran. Biasanya sebuah motor dijual seharga Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung kondisinya,” kata Kapolres Kukar AKBP Handoko, didampingi Kapolsek Sangasanga AKP Muhadi.

IMG-20160305-WA007

Terungkapnya aksi kawanan maling alias pencuri motor itu bermula Jumat (4/5) malam, ketika anggota Polsek Sangasanga, Bripka Jusnadi memperoleh informasi  mengenai keberadaan Iwan yang selama ini diburu. Ya, pria itu memang diburu polisi karena dicurigai mencuri motor milik 2 warga Sangasanga, bermerk Yamaha Jupier Z merah KT 5343 OS dan Honda Revo merah KT 4130 OB, pada akhir Februari 2016 lalu.

Informasi tersebut langsung disampaikan Jusnadi kepada Kapolsek Sangasanga, AKP Muhadi. Secepatnya Muhadi bersama sejumlah anggotanya meluncur ke alamat disebutkan yakni di Jl Kahoi, Samarinda. Nah, sekira pukul 02.00 Wita, Sabtu (5/3) dini hari, Iwan berhasil dibekuk. Dari keterangan pria tersebut, kedua motor curiannya dijual kepada Misto yang tinggal di Desa Jonggon Jaya, Loa Kulu.

“Jadi kami meluncur lagi ke Jonggon Jaya,” tambah Muhadi.

Rupanya keterangan Iwan tidak keliru. Sekira 1 jam kemudian polisi sudah meringkus Misto serta menemukan 2 motor milik warga Sangasanga yang disambar Iwan. Tidak itu saja, petugas menemukan 4 buah motor lainnya, terdiri atas 2 motor Honda Supra serta 2 motor Yamaha Jupiter MX di rumah Misto, juga hasil kejahatan. Karuan saja Iwan dan Misto digelandang petugas ke Kantor Polsek Sangasanga.

“Sedangkan 6 buah sepeda motor sebagai BB (barang bukti)-nya, kami titipkan di Kantor Polres Kukar, di Tenggarong,” kata Muhadi, lagi.(bay)