1News.id, Samarinda – Kebakaran lahan akibat ulah pemilik lahan yang hendak membersihkan lahannya dari semak belukar kembali terjadi di kota tepian, tepatnya di jalan Pelita 7, Sambutan. Namun kali ini kebakaran tersebut mengakibatkan korban jiwa.

Kejadian kebakaran tersebut terjadi pada senin (7/3/2016) sekitar pukul 10.30 wita di RT 19, saat itu pemilik lahan atas nama Ajis Suto (55), warga jalan PM Noor, Samarinda Utara, tengah membakar membersihkan lahanya yang berkisar 5 hektar dengan cara membakar.
Namun, api yang awalnya perlahan lahan membakar semak belukar yang ada di lahannya, mendadak membakar dengan cepat lahan tersebut, hal itu dikarenakan saat itu angin bertiup cukup kencang, ditambah dengan teriknya panas matahari, mengakibatkan api dengan cepat menjalar ke seluruh lahanya. Saat itu, Ajis sempat mencoba untuk memadamkan api, namun karena dikepung api dan asap dari segela penjuru, Ajis akhirnya menjadi korban atas kebakaran tersebut.
Tak banyak informasi yang berhasil dihimpun saat kejadian, karena saat itu pihak keluarga yang mengetahui Ajis jadi korban kebakaran langsung membawa korban ke rumah duka, dan menolak untuk melakukan visum di rumah sakit. Bahkan, saat awak media hendak meliput proses pemkaman di rumah duka, pihak keluarga menolak untuk diliput dan diberitakan.
Kabid Penanggulangan Bencana dan Operasional BPBD Kota Samarinda, Sugeng Makmur menjelaskan, pihaknya datang ke lokasi kebakaran belum mengetahui jika ada korban dari kejadian itu, sebanyak 1 unit mobil tangki pemadam dan 1 unit mobil portable dikerahkan untuk memadamkan api di lahan tersebut.
“Saat kami datang, pihak keluarga sudah ramai untuk melakukan evakuasi terhadap korban, dan kami tetap fokus untuk lakukan pemadaman, sekitar pukul 12.00 wita, api dapat kami padamkan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, korban yang saat itu berusaha untuk memadamkan api, lalu tidak sadarkan diri karena terhirup asap dan kakinya sempat terbakar, lalu pingsan dan tewas di lokasi kejadian.
“Dari informasi yang kami dapat, korban pingsan di tengah-tengah lahannya, karena terhirup asap dan kakinya sempat terbakar, untuk kondisi tubuh korban seluruhnya kami tidak dapat pastikan, yang jelas korban tewas di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Lanjut dia menjelaskan, kejadian kebakaran lahan yang memakan korban jiwa baru kali ini terjadi, dia pun berharap kepada pemilik lahan untuk dapat bijaksana dalam mengambil keputusan untuk membersihkan lahannya dengan dibakar, selain asapnya merugikan banyak orang, dengan membakar lahan juga sangat berbahaya untuk keselamatan si pembakar.
“Kami sangat berharap kepada pemilik lahan agar lebih arif dan bijaksana saja, kalau bisa jangan membakar untuk bersihkan lahan, ini memang kejadian pertama kali yang memakan korban, mungkin bisa jadi pelajaran bagi kita semua,” tutupnya. (gga)