1News.id, Samarinda – Pasca meninggalkan Ibukota Kalimantan Timur selama 2 pekan terakhir ke Australia, Walikota Samarinda Syaharie Jaang berserta istri mengunjungi korban kebakaran di Kelurahan Karang Asam Ilir, Selasa (15/3/2016).

Dalam kunjungannya tersebut Syaharie Jaang meminta maaf karena tidak berada ditempat saat kejadian kebakaran kamis 10 maret 2016 lalu terjadi, serta rasa prihatinnya atas peristiwa yang meluluh lantahkan 322 bangunan sehingga 1 207 jiwa terlantar.

“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat karena saat kebakaran saya tidak ada, dan hari ini saya dari Balikpapan sengaja datang kesini untuk melihat kondisi mereka”,ujarnya.

Selain itu dirinya menjelaskan terkait kondisi tanah yang ternyata merupakan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan bukti kepemilikan sertifikat hak pakai Nomor 61 Desa Karang Asam dengan pemegang hak Pemerintah Provinsi Tingkat 1 Kalimantan Timur cq  Dinas Perindustrian Daerah Tingkat 1 Kalimantan Timur tertanggal 5 januari 1987 dengan luas 4,87 ha.

Sehingga masyarakat dilarang mendirikan bangunan. Menanggapi hal tersebut Syaharie Jaang akan melakukan pembicaraan mendalam bersama petinggi di provinsi ini gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

“Inikan tanah provinsi ya, yang saya ikuti dimedia  dan ada pernyataan oleh pak gubernur dan ada juga tanda dilapangan, informasi yang saya dapat itu sudah dipasang, secepatnya akan saya komunikasikan ini. Apakah ini memang harus diamankan dikosongkan atau ada kebijakan tertentu kepada masyarakat”,ungkap Syaharie Jaang.

Selain itu Syaharie Jaang mengungkapkan bila esok, Rabu (16/3/2016) terdapat rapat musyawarah pimpinan daerah dan dalam agenda tersebut, dirinya akan mengemukakan persoalan ini mengingat lahan seluas 4,87 ha telah dipadati oleh penduduk.(mee)