1News.id, Jakarta – Indonesia┬áterancam kembali ke pengalaman tahun 1998. Di mana 18 tahun yang lalu, Indonesia mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja(PHK). Prediksi ini bukannya tanpa sebab. Setelah perusahaan elektronik dan automotif yang berencana akan melakukan PHK, saat ini terdapat beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) yang berencana akan melakukan PHK hingga Maret mendatang.

“Ada tiga perusahaan, antara lain Chevron, Vico dan Halliburton. Kita baru dapat laporan dari Halliburton sekitar 200 orang,” ujar Ketua Konfederasi Sarekat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Ketiga perusahaan tersebut diperkirakan akan melakukan PHK hingga mencapai 5.000 karyawan. Namun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah mengingat belum semua perusahaan migas yang melaporkan rencana PHK kepada KSPI. “Kita perkirakan pada Januari sampai Maret itu ada sekitar 5.000 orang. Itu baru perkiraan. Halliburton, Vico dan Chevron karyawannya mulai diputus kontraknya, tiga perusahaan itu sudah lapor ke kita. Tapi kalau data lengkapnya belum ada. Kita kesulitan mendapatkan informasi karena ini karyawan kontrak,” tukasnya. (okezone)