1News.id, Samarinda – Anak punk yang kerap mangkal di sekitar fly over jalan AW Syaharanie tak berkutik ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mengangkut mereka ke mobil patroli untuk dibawa menuju ke kantor Satpol PP.
Diangkutnya anak punk itu dikarenakan, keberadaan mereka dianggap meresahkan para pengguna jalan dan sebagai masalah sosial di kota tepian. Sesampaianya di kantor aparat penegak perda itu, anak punk tersebut langsung dilakukan pendataan dan disuruh ngepel kantor Satpol.
Selain itu, rambut anak punk yang terlihat garang itu juga dicukur habis oleh petugas. Selain anak punk yang jumlahnya 6 orang itu diamankan, terdapat 2 koordiantor anak jalanan, 1 pengemis, 1 anak jelanan dan 1 pengamen diamankan aparat.
Khusus bagi anak punk, mereka mendapat porsi ceramah lebih lama dibandingkan dengan hasil tangkapan lainnya, bahkan berkali-kali anak-anak punk tersebut disuruh push up oleh petugas Satpol PP.
“Kami lakukan pembinaan terhadap mereka, setelah 1×24 jam akan kami bebaskan,” ucap Kasi Penyidikan dan Penyelidikan atpol PP, Zulfikar Syafarie, Kamis (25/2/2016).
Rata-rata anak punk tersebut berasal dari Jawa Tengah, dan hanya 2 orang saja yang berasal dari Kaltim, yakni Tenggarong dan Samarinda, dengan rata-rata usia 13-24 tahun. Satppol PP sendiri masih mencari anggaran untuk memulangkan anak punk tersbeut ke daerah asalnya, karena kehadiran mereka dianggap dapat menular ke anak-anak lainnya untuk ikut menjadi anak punk.
“Kami minta mereka ini pulang saja ke daerahnya, ini kami sedang berkoordinasi dengan dinas sosial, kalau mau bertahan di Samarinda, kami sarankan mereka untuk cari pekerjaan dan tidak berada di jalanan. Kami takut jika dibiarkan di Samarinda, makin banyak anak punk di jalanan,” tambahnya.
Kegiatan patroli sendiri tengah digencarkan oleh Satpol PP untuk menertibkan anak jalanan, PKL (pedagang kami lima, red) yang berjualan di tempat yang dilarang, serta parkir liar.
“Kami akan intensifkan patroli, jika saat patroli ada yang melanggar kami akan langsung tertibkan, termasuk dengan menertibkan PKL di tepian Mahakam,” tutupnya. (tom)