1News.id, Samarinda – Kasus dugaan penyalahgunaan hibah di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Band Unmul, senilai Rp. 600 juta kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Samarinda hari ini, Selasa (16/2/2016).

Agus Susanto, Auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Kaltim dihadirkan penuntut umum sebagai saksi ahli, untuk 3 orang terdakwa di perkara ini. Ketiga terdakwa itu ialah Muhammad Hilmi, Fuad Darmawan dan Rudi Hartawan.

Dalam kesaksiannya, auditor BPKP ini menyatakan kerugian dalam perkara yang bergulir sejak Desember 2015 lalu dianggap total loss alias kerugian penuh senilai Rp. 600 juta.

Diterangkannya, jika total loss itu didapat dari penelaahan dokumen-dokumen yang diberikan penyidik Polresta Samarinda. Seperti, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD), Laporan Pertanggung jawaban (LPj) dan Berkas Acara Pidana (BAP).

“Dari itu kami temukan beberapa kejanggalan dalam pencairan hibah untuk ukm band ini,” ucapnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Burhanuddin ini.

Kejanggalan-kejanggalan itu antara lain soal adanya perbedaan penerima hibah. Yang dalam NHPD tertera nama Asrizal beralih menjadi Muhammad Hilmi sebagai ketua UKM Band Unmul. “Adapula pencairan dana tersebut di BRI. Sementara hasil pemeriksaan kami rekening resmi UKM ada di BPD Kaltim,” terangnya.

lainnya, Hibah sebesar Rp. 600 juta itu tak sesuai peruntukkannya. Dalam NHPD yang diajukan ke biro sosial setprov Kaltim ini. Dana tersebut ditujukan untuk merevitalisasi alat-alat musik dan pembangunan studio. “Namun, dari dokumen yg kami periksa khususnya BAP. Dana itu hanya dinikmati ketiga terdakwa ini,” katanya.

Nominalnya pun beragam. Dari hibah itu, Hilmi dan Fuad masing-masing menerima sebesar Rp. 25 juta. Lalu, ada dua orang yang Kartu Tanda Mahasiswanya digunakan Hilmi untuk memanipulatif kepengurusan UKM Band sebesar Rp. 1,5 juta. “Sisanya sebesar Rp. 546 juta dinikmati Rudi,” pungkasnya.

Seusai Agus Susanto diperiksa, sidang pun akan kembali dilanjutkan pekan depan (23/2/2016) dengan agenda pemeriksaan ketiga terdakwa. (lrg)