1News.id, Samarinda – Kasus curanmor di kota tepian masih menjadi yang paling tinggi dibanding dengan kasus lainnya. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, curanmor masih menjadi yang teratas untuk hasil tangkapan, meliputi pelaku, barang bukti dan laporan yang masuk ke kepolisian.
Kendati demikian, jumlah kasus curanmor bulan februari ini mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Januari lalu terdapat 160 kasus yang masuk ke kepolisian, dengan kasus yang terungkap mencapai 46 kasus, sedangkan bulan ini terdapat 124 kasus, dengan kasus yang terungkap mencapai 45 kasus.
“Memang ada penurunan jumlah kasus, namun tetap saja curanmor manjadi yang tertinggi dibanding dengan kasus lainnya yang kami tangani. Kasus ini juga harus jadi perhatian warga untuk selalu waspada dan memberikan kunci ganda terhadap motornya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono.
Dari hasil penyidikan, rata-rata pelaku curanmor mencuri motor di kawasan Samarinda, lalu menjualnya ke penadah, yang selanjutnya membawa motor tersebut keluar Samarinda, seperti daerah Kutai Timur, yang jarang ada kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang ada.
“Pelaku mencuri motor di Samarinda, lalu motor itu dikirim ke daerah Kutai Timur untuk diperjual belikan, jadi pengungkapan ini beberapa kasus curanmor juga melibatkan Polres setempat,” tambahnya.
Dari hasil pemetaan kepolisian, beberapa kawasan di Samarinda yang menjadi kawasan rawan pencurian motor, yakni di kecamatan Samarinda Ilir, kecamatan Samarinda Utara, kecamatan Samarinda Ulu dan kecamatan Sungai Kunjang. Tiga daerah tersebut dianggap menjadi kawasan yang rawan, karena terdapat titik yang merupakan kawasan padat pemukiman.
Maraknya kasus curanmor di kawasan tersebut, terbukti dengan tingginya laporan dari masyarakat ke polsek setempat, diantaranya Polsek Samarinda Utara medapati 40 laporan, Polsek Samarinda Ulu 23 laporan dan Polsek Samarinda Ilir 12 laporan.
“Kawasan pemukiman yang rawan terjadinya tindak curanmor ini, para pelaku memang sudah menyiapkan diri dengan membawa kunci T, bahkan dari pelaku yang berhasil kami amankan, pelaku tidak hanya beraksi sendirian, namun hingga 3 orang, untuk mengawasi dan eksekusi, bahkan mereka juga tidak segan-segan untuk melukai pemilik, jika aksi mereka ketahuan,” tutupnya. (tom)