1News.id, Samarinda – Bagi para pelaku kejahatan yang masih berkeliaran bebas, waspadalah, karena saat polisi semakin ganas dan gencar dalam memberantas pelaku tindak kejahatan, bahkan polisi tidak segan-segan untuk melumpuhkan pelaku dengan menggunakan timah panas.

 

Baru-baru ini unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda menangkap lima pelaku pencurian motor, bahkan 3 pelaku diantaranya harus di dor oleh polisi karena mencoba melawan dan melarikan diri dari sergapan polisi.

 

Wajar saja polisi langsung menembak kaki 3 pelaku tersebut, pasalnya sudah lebih dari 30 unit motor warga kota tepian dicuri oleh komploton curanmor ini. Para pelaku sendiri ditangkap ditempat yang berbeda-beda, awalnya pada rabu (24/2/2016) silam, Polresta Samarinda mendapat limpahan pelaku, yakni Rh (30) dan Sd (30) yang merupakan penadah motor curian, dari Polresta Kutai Timur.

 

“Kami dapat limpahan pelaku dari Polres Kutim, 2 pelaku ini ditangkap di Muara Bengkal, mereka ini menjual motor curian yang diambil dari Samarinda ke kawasan tersebut,” ucap Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, IPTU Yusuf, Jumat (26/2/2016).

 

Dari 2 penadah itu, pihaknya berhasil mengamankan pelaku yang merupakan eksekutor di lapangan, yakni Mr (36) yang ditangkap di terminal Sungai Kunjang, serta Hr (36) dan AW (35) yang ditangkap di jalan Perjuangan 1, ketiganya diamankan pada hari yang sama, pada kamis (25/2/2016) kemarin.

 

“Sempat ada perlawanan dari 3 pemetik ini, jadi kami lumpuhkan dengan timah panas, supaya jera dan warga yang punya niat jahat berpikir ulang untuk berbuat tindak kejahatan, kami tidak segan untuk tembak di lokasi penangkapan,” tuturnya.

 

“Tiga pelaku ini selalu beraksi bersama, setelah mendapatkan motor, lalu mereka jual dengan harga Rp 1,5 juta kepada Rh dan Sd, lalu penadah ini bawa motor ke Maura Bengkal untuk dijual ke warga sana,” tambahnya.

 

Kendati telah mengamankan pelaku beserta 6 unit motor sebagai barang bukti, namun pihaknya masih melakukan pengembangan dari tangkapan tersebut, dan terus melacak keberadaan motor-motor lainnya.

 

“Komplotan ini sudah cukup lama beraksi di Samarinda, tentu kami masih mengejar pelaku lainnya, dan melacak keberadaan motor lainnya,” tutupnya. (tom)