1news.id– Masyarakat kota Balikpapan wajib berhati-hati jika ingin membeli rumah. Rekam jejak pengembang perumahan harus diketahui dengan seksama. Jika salah memilih, rumah tak kunjung terbangun dan uang yang telah dikeluarkan tak sedikit.

Hal itulah yang dialami oleh Marlia Ulfah dan Hilmani. Keduanya merasa tertipu dengan ARF, pengembang perumahan di kawasan Somber, Balikpapan Utara. Setelah melunasi uang muka Rp 54 juta dan Rp 41 juta pada Desember 2014 lalu, rumah Marlia dan Hilmani tak kunjung terbangun hingga sekarang.

“Hanya lahan kosong saja dan rumah belum dibangun. Karena merasa dirugikan, korban akhirnya melapor ke polisi,” ungkap Kapolsek Balikpapan Utara AKP Sarbini, kemarin.

Berdasarkan laporan keduanya, Polsek Balikpapan Utara menindaklanjuti dengan memburu ARF, warga Jalan Gunung Empat, RT 23 Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat. Pria yang juga Dirut PT MJS ini ditangkap  di Desa Krayan, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Selasa (26/1). Ia diamankan bersama 10 lembar kuitansi bukti tanda terima uang, dan dua lembar surat perjanjian/pengikatan jual beli.

Setelah ditelusuri, korban dagangan rumah ARF tak hanya Marlia dan Hilmani. Total ada 35 korban yang melapor terkait dugaan penipuan tersebut. Dengan rincian 31 korban melapor ke Polda Kaltim dan empat korban ke Polsek Balikpapan Utara (termasuk Marlia dan Hilmani).

“Ya, berdasarkan informasi dari Polda, ada 31 korban tambahan yang telah melapor,” kata Sarbini. “Pelaku kini sudah kami tahan, selebihnya masih dalam proses pengembangan.”

Sebelumnya, tak kurang dari tiga kasus laporan tindak penipuan dan penggelapan dana terjadi sepanjang awal tahun ini. Menurut Sarbini suburnya angka penipuan ini, tidak terlepas dari kelengahan para korbannya. “Untuk itu saya imbau kepada masyarakat yang ingin berinvestasi atau semacamnya, mohon dicermati lagi dengan benar track record orang yang menawarkan tadi,” kata dia. (*/frz/tom/k18)

Sumber: PRO Kaltim