6 Dari 12 Motor Telah Diamankan Polisi

1News.id, Samarinda Jajaran Satuan Reskrim (Satreskrim) Polresta Samarinda berhasil menangkap empat orang tersangka yakni AS (21), Ja (24), Su (23) dan If (22), mereka merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Senin (18/1/2016). Keempatnya telah beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP), dalam kurun waktu setahun terakhir. Dari keempatnya juga, polisi telah mengamankan 6 unit kendaraan roda dua yakni 1 unit motor merk Honda Beat, 2 unit Jupiter Z, 1 unit Jupiter MX, 1 unit Mio Soul dan 1 unit Satria F dalam kondisi plat yang sudah terganti. Sementara itu, 6 unit kendaraan lainnya yang telah dijual melalui system online oleh para tersangka kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut pihak Satreskrim Polresta Samarinda.

Polisi mengaku sempat mendapat kesulitan untuk mengejar para spesialis curanmor ini, dimana salah satu dari mereka yakni AS, warga Jalan Lambung Mangkurat, Kota Samarinda, diduga kuat sebagai otak pelaku telah berkali-kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama.

“Dari 12 TKP pencurian kendaraan motor yang telah mereka akui, AS selalu ada. Dia biasanya mengajak paling sedikit dua orang setiap kali melakukan aksinya,” terang Kompol Sudarsono, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, kemarin sore (1/18/2016).

Setiap berhasil melakukan aksinya, AS juga lah yang menjual kendaraan-kendaraan tersebut menggunakan akun media sosialnya. Motor dijual bervariatif, dari Rp 1-8 Juta, tergantung dari merk motornya. Hasil penjualan lalu AS bagi ke rekannya yang bersama-sama melakukan tindak criminal tersebut.

“Modus operandinya menggunakan kunci letter T, masing-masing punya peran, ada eksekutor, ada pengawas, lalu mereka jual dengan system online,” terang Sudarsono.

Setelah mendapatkan uang hasil pencurian, para tersangka mengaku telah menghabiskannya untuk berfoya-foya, membeli minuman keras hingga narkoba.

“Untuk itu kita juga akan melakukan tes urin bagi para tersangka, dugaan sementara mereka hanya pemakai saja karena memang mencuri untuk nyari uang foya-foya,” papar Sudarsono.

Akibat perbuatan tersangka, keempatnya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (sam)