Merantau dari Kalteng, Curi Motor di Tenggarong

1News.id, Kutai Kartanegara – Sekitar pukul 19.00 Wita, Rabu (6/1/2016) malam, Misrani alias Agus (32), perantauan asal Desa Telang Baru Kecamatan Tamiang Layang, Kabupaten Buntok Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sudah nyantai dalam kamar di sebuah kafe. Tak begitu lama kemudian, pintu kamar kafe terletak di Desa Long Bleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), diketuk seseorang.

“Permisi, tolong buka pintu kamar ini sebentar. Ada sesuatu hendak kami berikan,” ujar suara pria di luar kamar ditempati Agus tersebut.

Tanpa curiga Agus kemudian membuka pintu kamarnya. Tapi hal terjadi berikutnya sangat tak diharapkan pria muda itu. Lantaran sejumlah lelaki datang mengunjungi Agus, tak lain Wakapolsek Kembang Janggut, Iptu Badulu bersama anggotanya. Tanpa perlawanan apa-apa, Agus hanya bisa pasrah saat dibekuk polisi.

“Pria perantauan asal Kalteng tersebut diduga kuat mencuri sebuah motor milik seorang warga Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, pada akhir Desember 2015 lalu,” ujar Kapolres Kukar AKBP Handoko, didampingi Kapolsek Kembang Janggut AKP Salamun kepada harian ini.

Belakangan terungkap, Agus merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) alias maling yang menyambar kendaraan beroda 2 milik warga Tenggarong, bernama Aisyah pada Selasa (29/12/2015) lalu. Aksi pelarian Agus bisa dipatahkan petugas Polsek Kembang Janggut, bermula dari laporan seorang warga bernama Hairil.

“Jadi Rabu (6/1) kemarin, warga bernama Hairil itu datang ke kantor (Polsek Kembang Janggut, Red) melaporkan motor milik Aisyah dicuri dari Tenggarong, terlihat dikendarai seorang pria berada di Desa Pulang Pinang. Memang, Desa Pulang Pinang termasuk wilayah hukum kami,” kata Salamun, lagi.

Dari situlah Wakapolsek Kembang Janggut, Badulu, kemudian meluncur ke Pulau Pinang bersama 3 petugas. Begitu tiba di Pulau Pinang, informasi dari warga setempat menyebutkan pengendara motor dimaksud berada di sebuah kafe terletak di Desa Long Bleh Haloq. Jadi polisi terus meluncur ke Long Bleh Haloq sehingga berhasil meringkus Agus.

“Motor itu sudah saya gadaikan kepada seorang Desa Bukit Layang, bernama Ancau. Saya gadai seharga Rp 1 juta dan uangnya sudah habis untuk biaya hidup beberapa hari ini,” ujar Agus.

Atas keterangan pelaku tersebut, polisi langsung menyambangi kediaman Ancau di Desa Bukit Layang. Di situ petugas menemukan sepeda motor milik Aisyah setelah dicuri Agus di Tenggarong kemudian dilarikan ke Kembang Janggut. “Pelaku sudah ditahan sebagai tersangka kasus Curanmor. Selain motor milik Aisyah, kami juga mengamankan satu unit motor Yamaha Mio yang juga dicuri pelaku,” tambah Kapolsek. (bay)