Belajar Buat Kunci T Saat Dipenjara

1News.id, Kutai Kartanegara – Rudianto (35) salah satu raja maling sepeda motor yang dibekuk anggota Opsnal Polres Kukar mengaku baru 3 bulan melakukan pencurian motor. Dirinya terpaksa mencuri karena usahanya bangkrut. “ Dulu saya bersama mereka (Made dan Hendrik,Red) bekerja sebagai pemanjat pohon kelapa di Sebulu dan buahnya kami jual. Dari situlah perkenalan saya dengan mereka,” katanya kepada harian ini, Kamis (3/12/2015) sore.

Selang beberapa lama kemudian, Rudianto beralih usaha jual pupuk. Namun ketika mendapat kiriman pupuk palsu dari Jawa, usahanya gulung tikar. “ Ketika itulah saya langsung pusing untuk mencari uang. Modal saya tidak ada, sampai akhirnya saya menjadi perantara atau menjualkan sapi curian dan ditangkap polisi di Muara Jawa,” ucapnya, lagi.

Rudianto bebas dari penjara lebaran tahun 2014 lalu, namun saat itu dirinya tetap bingung memulai usaha apa. Pasalnya dirinya tidak memiliki modal sepeser-pun. “ Waktu di penjara saya diajarin oleh salah satu teman tahanan cara membuat kunci T, katanya bisa digunakan untuk mencuri motor. Setelah bebas saya bertemu kembali dengan Hendrik dan Made, kemudian kami sama-sama membuat kunci T di bengkel las di Sebulu itu,” beber Rudianto.

Kunci T yang dibuat sebanyak 3 buah. Namun selama melakukan aksinya 2 kunci T bengkok dan tak dapat digunakan. “ Jadi hanya ada satu saja yang kami pakai bergantian. Kadang saya mencuri sama Made, kadang juga sama Hendrik. Terkadang juga Made mencuri dengan Hendrik dan hanya satu kali saja kami mencuri bersamaan. Ketika itu kami langsung mencuri dua motor sekaligus,” urai warga pendatang asal Jawa ini.

Selama 3 bulan, mereka telah berhasil mencuri puluhan motor. Hasil dari penjualan motor itu, mereka bagi rata. “ Dalam seminggu kami bisa mencuri 2 sampai 3 motor, kemudian kami jual dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Untuk jenis motornya, kami tidak pilih-pilih, asal ada kesempatan kami ambil. Tapi kami tidak main di dalam kota, melainkan di pinggiran saja seperti di kebun, pemancingan dan persawahan. Hanya sekali dua kali saja kami pernah mencuri di dalam kota,” katanya. (bay)