1News.id, Kutai Kartanegara – Kamis (3/12/2015) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, terdapat dua orang pria datang ke sebuah warung kopi di dekat pertigaan jalan poros Melak – Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z KT 5717 CV. Setibanya di warung, keduanya langsung duduk dan tampak menunggu seseorang.

Selang beberapa menit kemudian, orang yang ditunggu tiba. Mereka langsung bertemu dan bertransaksi jual beli motor Jupiter Z yang ternyata hasil pencurian di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (2/12/2015) siang. Setelah barang diperlihatkan, orang yang awalnya ingin membeli bukan mengeluarkan uang, melainkan senjata dan langsung ditodongkan kepada dua pria itu.

Ternyata orang berpakaian preman yang ingin membeli motor adalah anggota kepolisian dari Unit Opsnal Polres Kukar yang sedang menyamar. Dua pria yang diketahui bernama Rudianto (35) dan Made (17) tak bisa berkutik dan langsung diamankan. Kemudian keduanya diminta untuk memperlihatkan motor curian lainnya.

“ Malam itu (Kamis,Red) kami langsung mengamankan dua motor, yakni Yamaja Jupiter Z sama Yamaha Fino. Karena saat dilokasi, mereka ternyata membawa dua motor yang sama-sama hasil curian,” ucap Kapolres Kukar AKBP Handoko, didampingi Kasat Reskrim AKP Yuliansyah, melalui Kanit Opsnal Ipda Aksar kepada harian ini, Kamis (3/12/2015) dini hari.

Usai mengamankan barang bukti, Rudianto dan Made langsung dibawa ke Polres Kukar untuk dimintai keterangan. Setelah diselidiki, Rudianto ternyata tinggal di sebuah kosan di Jalan Mangkuraja, Gang 8, Tenggarong, sementara Made tinggal di SP4 Kecamatan Sebulu. Kepada anggota, keduanya langsung membeberkan masih ada temannya bernama Hendrik (39) yang ikut terlibat dalam pencurian tersebut.

Setelah mendapatkan informasi itu, anggota langsung mendatangi sebuah rumah kontrakan yang dihuni Hendrik bersama istri dan ke 6 anaknya di Jalan Mangkuraja, tepat di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tenggarong. Penangkapan terhadap Hendrik dilakukan sekitar pukul 05.00 Wita.

“ Waktu kami tangkap ada anak istrinya. Di dalam rumah pelaku kami kembali mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, kemudian pelaku langsung kami bawa ke Polres Kukar,” ucap Aksar yang memimpin penangkapan tersebut.

Tak perlu waktu lama, dalam waktu sehari, anggota kembali mengamankan 3 unit motor hasil curian ke tiga raja maling tersebut. Ada yang merek Kawasaki Ninja, Mega Pro dan Honda Beat warna biru. Sehingga total motor yang diamankan sebanyak 6 unit. “ Dari pengakuan mereka, ada 25 unit motor yang sudah mereka curi di Tenggarong. Semuanya sudah kita ketahui keberadaannya, tinggal diambil,” kata Aksar.

Mengenai Honda Beat warna biru itu merupakan hasil pencurian pertama kali yang dilakukan oleh mereka di depan Lapas Tenggarong. Motor itu ditemukan di sebuah bengkel las di SP4 Sebulu, Kamis sore “ Saya pakai motor ini (Honda Beat,Red) sudah 3 bulan. Awalnya saya tidak mau, tapi dia (Rudianto,Red) bilang hanya di gadai saja, jadi saya mau. Kemudian saya bayar dia Rp 2,5 juta,” kata pemilik usaha bengkel las di SP4 Sebulu itu kepada anggota.

Usai ditemukan, Honda Beat itu langsung dibawa ke Tenggarong. “ Kasus ini masih kami kembangkan dilapangan dan ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Selain sepeda motor, kami juga mengamankan kunci T yang digunakan mereka untuk mencuri motor. Kunci T itu mereka buat di bengkel las di tempat Honda Beat itu ditemukan,” ungkap Aksar. (bay)