Sikat Rp 500 Juta, Bisa Beli Rumah dan Mobil

1News.id, Samarinda – Bagi rekan dan kerabatnya di kampung, M Hanedi dan Arif Sainumi mungkin dianggap sebagai perantau sukses. Di kampung halamannya, dua pria asal Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) ini, membangun rumah dan membeli satu uni mobil Honda Jazz. Uang yang didapat untuk membangun kemewahan di kampungnya tersebut didapatkannya ketika merantau ke Kalimantan. Bagaimana dia mendapatkan uang tersebut, tentu bukan hal yang harus diketahui oleh kerabat dan rekannya. Yang penting dia bisa memiliki rumah dan mobil hanya dengan bekerja singkat di Kalimantan.

Namun pekerjaan keduanya untuk mendulang kesuksesan di tanah rantau akhirnya terhenti juga. Rabu (25/11/2015) lalu, keduanya ditangkap polisi di Kota Minyak Balikpapan. Keduanya dibekuk jajaran Reskrim Polres Balikpapan.

Hanedi dan Arif diamankan saat hendak melancarkan aksi kejahatan. Keduanya diringkus sebelum berhasil mendapatkan barang yang diincar. Saat sedang dilakukan pemeriksaan pemberkasaan di Polres Balikpapan, keduanya belum pernah mempunyai catatan kriminal. Kendati demikian, polisi tidak melepaskannya begitu saja. Dengan cepat, kabar disebar ke seluruh Polsek di seluruh Kaltim.

Dari penyebaran informasi tersebut keduanya diketahui pernah melakukan tindak kejahatan di wilayah hukum Polsekta Samarinda Seberang. Ya, pada 15 September silam keduanya berhasil merampok uang nasabah bank sebesar Rp 500 juta.

Secepatnya kedua penjahat ini dilimpahkan ke Polsekta Samarinda Seberang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dari hasil penyidikan polisi, keduanya diketahui melakukan aksinya dengan berpura-pura menjadi seorang nasabah bank yang hendak menabung. Kejadiannya di salah satu kantor bank di Samarinda Seberang.

Hanedi diketahui sebagai orang yang berpura-pura menjadi nasabah. Hanedi masuk ke dalam sebuah bank dan memperhatikan gerak-gerik para nasabah yang sedang melakukan penarikan uang dalam jumlah besar. Saat korbannya sudah ditetapkan, Hanedi kemudian meninggalkan bank tersebut dan menghampiri Arif yang menunggunya dengan menggunakan sepeda motor Suzuki DN 5706 KJ, di depan bank.

Saat korbannya pergi menggunakan mobil, Hanedi dan Arif lantas membuntutinya untuk mencari celah melancarkan aksi. Pada operasinya kali ini, Hanedi dan Arif tidak perlu susah payah untuk mendapatkan uang tersebut. Pasalnya, korban yang dibuntuti hingga ke kawasan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, berhenti di salah satu toko sembako dan lupa mengunci pintu mobilnya.

Korban yang hanya seorang diri ketika perhatiannya disibukan dengan sejumlah barang yang hendak dibelinya membuat Hanedi dan Arif dengan mudah mengambil sejumlah uang yang diletakkan di dalam tas ransel di mobil tersebut.

Korban yang tidak sadar jika mobilnya sudah disatroni oleh Hanedi dan Arif, sangat terkejut ketika mengetahui tas berisi uang ratusan juta itu telah raib dari dalam mobilnya. Sukses besar, Hanedi dan Arif langsung membagi dua hasil kejahatan mereka. Hanedi diketahui menggunakan uang tersebut untuk membangun sebuah rumah di Palu. Sedangkan Arif menggunakan bagiannya untuk membeli mobil Honda Jazz yang keberadaannya saat ini juga berada di kampung halamannya di Palu.

Selain mengamankan sepeda motor yang digunakannya, kepolisian juga mengamankan sejumlah pecahan busi. Pecahan busi ini diungkapkan Hanedi dan Arif untuk memecahkan kaca mobil guna memaksimalkan hasil kejahatan mereka. “Pecahan busi itu hanya dilemparkan ke kaca mobil pak. Nanti kacanya akan retak dan kita hanya tinggal mendorongnya,” ungkap Hanedi kepada polisi.

Bahkan dari hasil pemeriksaan, Hanedi dan Arif mengakui jika Samarinda bukanlah satu-satunya tempat beraksi mereka. “Pengakuan sementara dari keduanya (Hanedi dan Arif, Red) pernah melakukan aksi serupa di kawasan Sangatta, Kutim dan Palu, Sulteng,” ujar Kapolsekta Samarinda Seberang AKP Danang Setiyo Pambudi Sukarno kepada wartawan. Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami keterangan dari Hanedi dan Arif. “Sementara masih kita dalami pengakuannya dan masih kita lakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Danang. (tws)