Perampok yang Beli Rumah dan Jazz

1News.id, Samarinda – Penjahat lintas daerah yang diamankan di Balikpapan yakni Hanedi dan Arif diketahui salah seorangnya baru menikah sebulan silam. Dari pengakuan keduanya pria asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini mereka sangat menyesali perbuatannya. Arif menjelaskan kepada polisi jika dirinya baru menikah pada satu bulan silam.

Namun yang namanya hukum harus ditegakan. Keadaan ini membuat Arif tidak memiliki pilihan selain menjalani proses hukum akibat perbuatannya bersama Hanedi. Kedua pria yang juga pernah melakukan tindak kejahatan di kawasan Sangatta, Kutai Timur (Kutim) ini sudah dinaikan statusnya menjadi tersangka.

“Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP,” ungkap Kapolsekta Samarinda Seberang AKP Danang Setiyo melalui Kanit Reskrim Ipda Purwanto kepada wartawan. Dijelaskan juga dengan Purwanto dari hasil penyidikan sementara, Hanedi dan Arif tidak memiliki Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya.

“Saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di Sangatta untuk melengkapi pemberkasan keduanya (Hanedi dan Arif, Red),” imbuhnya. Sedangkan dari pengakuan Arif yang mengatakan baru satu bulan lalu melangsungkan pernikahan diduga kuat jika hasil uang kejahatannya selain dijadikan mobil Honda Jazz juga digunakannya untuk membiayai pernikahannya tersebut.

“Kami belum mengetahui jelas apakah tersangka (Arif, Red) melangsungkan acara pernikahan dengan menggunakan uang kejahatannya tersebut,” kata Purwanto. Dari pemberitaan sebelumnya, Hanedi dan Arif melakukan tindak kejahatannya dengan berpura-pura menjadi nasabah sebuah bank yang hendak menambung sejumlah uang dan diperankan dengan Hanedi. Setelah menetapkan korbannya, Hanedi saat ini langsung bergegas meninggalkan kantor bank dan menghampiri Arif yang menunggunya dengan sepeda motor Suzuki DN 5706 KJ.

Keduanya kemudian mengikuti korban hingga di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir pada tanggal 15 September silam. Saat melancarkan aksinya Hanedi dan Arif tidak perlu bersusah payah, lantaran korbannya yang hanya seorang diri dan perhatiannya teralihkan saat sedang membeli sembako di sebuah toko. Korban yang mengendarai sebuah mobil dan lupa mengunci pintunya, membuat Hanedi dan Arif dengan mudah mengambil uang tunai sebesar Rp 500 juta yang tersimpan di dalam tas ransel hitam. (tws)