Kunci Motor di Duplikat

1News.id, Samarinda – Entah apa yang dipikirkan seorang pemuda hingga tega mencuri sepeda motor milik pamannya sendiri. Meski memiliki hubungan kekeluargaan namun yang namanya tindak kejahatan harus tetap dibasmi. Kira-kira seperti itulah yang dialami pemuda yang belakangan diketahui bernama Yusuf (22).

Mulanya, pemuda yang bertempat tinggal di kawasan Cendana, Sungai Kunjang tersebut mengunjungi kediaman pamannya di kawasan Jalan Bung Tomo, Gang Surya Indah, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang.

Yusuf saat itu mengunjungi kediaman pamanya pada Senin (19/10/2015) saat hari sudah mulai malam. Ketika itu, Yusuf meminta izin kepada sang paman untuk meminjam sepeda motornya Honda Scoopy Hitam KT 6740 WK.

“Saat itu saya jalan dan menduplikat kunci motornya,” tutur Yusuf pada polisi.

Tidak lama Yusuf meminjam motor pamannya kala itu, setelah kunci duplikat jadi secepatnya Yusuf bergegas mengembalikan motor tersebut ke kediaman pamanya itu. Tidak ada yang mencurigakan, hingga akhirnya sang paman beristirahat di dalam rumah sementara motornya terparkir dalam keadaan terkunci stang di depan kediamannya.

Keadaan ini lantas dimanfaatkan Yusuf yang telah memiliki kunci ganda motor itu dan berhasil mengamankan motor pamannya tersebut.

Meski sudah terjadi cukup lama, namun sang paman baru melaporkannya pada Kamis (12/11) lalu ke Mapolsekta Samarinda Seberang. Hanya berselang satu hari dari laporan resmi yang diberikan sang paman, jajaran Reskrim berhasil membekuk Yusuf dan menggelandangnya ke kantor polisi beserta barang curiannya yang belum di uangkan tersebut.

Sementara Kapolsekta Samarinda Seberang AKP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menuturkan, pihaknya akan terus melanjukan proses hukum meski pelaku dan korbannya masih memiliki hubungan kekeluargaan.

 “Pelaku dan barang buktinya telah kami amankan, saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan saksi terkait perkara yang menyangkut pelaku (Yusuf, Red),” beber Danang.

Selain pemeriksaan saksi, Danang juga menjelaskan pihaknya saat ini masih mendalami keterangan Yusuf yang dicurigai memiliki Tempat Perkara Kejadian (TKP) lainnya.

“Kami masih mendalami pengakuan yang dikeluarkan dengan pelaku untuk mengetahui sejauh mana sepak terjangnya,” pungkas Danang. (tws)

Berikan Tanggapanmu