1News.id, Samarinda – Pelajar kelas II SMP di Kota Tepian, sebut saja Mulan (13) warga Kelurahan Sempaja Utara  membuat kedua orang tua nya khawatir minta ampun. Bagaimana tidak, waktu pulang sekolah Mulan hendak dijemput oleh saudaranya, dia ternyata tak ada disana dan menurut informasi dari teman kelasnya tak turun sekolah saat itu dan tak kunjung kembali selama tiga hari. Hal tersebut membuat orang tua Mulan yakni Sa (50) memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Apalagi ia mendapatkan informasi kalau anaknya dibawa kabur oleh iparnya sendiri yakni Her (28) ke Sangatta, Kutai Timur.

“Saya mendapatkan informasi kalau anak saya dibawa kabur oleh ipar atau omnya sendiri,” ucap Sa kepada polisi.

Menerima laporan Sa, Polisi lalu bergerak ke Sangata dan berhasil mengamankan Her sekitar pukul 16.00 Wita, Senin (2/11) kurang dari satu hari setelah orang tua Mulan melapor ke polisi. Pelaku lalu dibawa ke Mapolsekta Samarinda Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Her yang tiba di Mapolsekta Samarinda Utara kemarin pagi membenarkan dirinya bersama-sama dengan Mulan di Sangatta. Ia mengaku hal tersebut dilakukan tanpa ada paksaan, karena mereka saat ini tengah berpacaran.

“Jadi dia (Mulan,Red) yang menghubungi saya, sebelum kami berangkat ke Sangatta,” kata Her, saat di wawancarai 1News.id di Mapolsekta Samarinda, Selasa (3/11/2015).

Ia juga membenarkan dirinya telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Mulan sebanyak empat kali.

“Saya lupa dimana saja, yang jelas di Samarinda dan Sangatta. Kami telah berpacaran selama sekitar 7 bulan,” lanjut Her.

Her merupakan pekerja kelapa sawit, sebelumnya ia juga pernah kerja di Malaysia selam dua tahun. Meski mengaku perbuatannya atas dasar suka sama suka, ia tak bisa menghindari hukuman karena perbuatnnya yang melanggar UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Kapolsekta Samarinda Utara AKP Erick Budi Santoso membenarkan saat ini Her telah mereka amankan.

“Kita sudah melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terhadap pelaku, proses hukum akan tetap berlanjut,” singkat Erick. (Naa)

Berikan Tanggapanmu