Hendak Menolong, Satu Warga Kena Bacok

1News.id, Kutai Kartanegara – Terjadi sebuah perampokan di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (9/10/2015) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Perampokan ini terjadi di sebuah Toko Sembako bernama Eirlangga milik H Setia Budhi (57).

Informasi yang dihimpun, perampokan ini dilakukan oleh 4 pria menggunakan 2 unit sepeda motor bebek. Dalam perampokan ini, satu warga bernama Ahmad Sadri alias Awe (39) warga Jalan Belida, Gang Waduk jadi korban. Awe dibacok dibahu kanannya menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis parang saat menghadang salah satu rampok. “ Waktu itu saya mau beli es batu di warung dekat toko itu, karena tutup saya mau pulang. Ketika membalikkan sepeda motor saya mendengar istri pemilik warung berteriak maling dan meminta tolong,” terang Awe saat ditanya anggota Polres Kukar di Ruang UGD RSUD AM Parikesit, Jumat malam.

Ketika mendengar teriakan istri Setia Budhi bernama Sito Komariah (52), Awe yang bekerja sebagai pedagang ikan ini bergegas mendatanginya. Awe melihat salah satu rampok keluar sambil membawa benda yang berisikan uang tunai. Awe langsung menangkap satu rampok yang hendak naik sepeda motor dan menjatuhkannya ke tanah. Awe sempat menginjak rampok tersebut sebelum di bacok oleh salah satu rampok yang masih berada di dalam toko.

“ Saya tidak tahu kalau ada temannya di dalam toko, saya pikir bertiga saja. Waktu saya memiting leher satu rampok, saya melihat ada temannya yang mau membacok saya dari belakang pakai parang, kemudian saya sempat menoleh ke belakang dan bahu kanan saya yang kena bacok. Kalau saya tidak menoleh, mungkin leher saya yang kena,” terang Awe.

Melihat Awe tersungkur, 4 rampok tersebut langsung melarikan diri menggunakan 2 sepeda motor, namun Awe tetap berusaha mengejarnya. Tapi sayang para rampok tersebut berhasil kabur melalui Jalan Aji Masnandai. “ Saya baru mengetahui ada luka dibahu saya pas rampoknya sudah kabur. Saya merasa nyeri dibagian bahu, ternyata saya pegang robek dan berdarah,” katanya.

IMG_20151010_001003

Awe langsung dibawa ke RSUD AM Parikesit oleh warga sekitar guna menjalani perawatan medis. Luka Awe langsung dijahit setelah mendapat luka sepanjang 12 cm dan kedalaman 3 cm. “ Alhamdulillah korban tidak mengalami luka serius, korban selamat dan sadarkan diri,” terang anggota Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kukar saat ditemui di depan Ruang UGD.

Setelah mendapatkan laporan akan perampokan tersebut, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Yuliansyah dan Kapolsek Tenggarong AKP M.D Djauhari beserta anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian. Ternyata di toko tersebut terdapat 3 unit CCTV dan merekam wajah para pelaku. “ Ada 3 CCTV, satu mengarah ke kasir, dua berada diluar. Dalam rekamannya terdapat wajah para rampok, dan satunya menggunakan topi,” kata AKP Yuliansyah kepada wartawan.

Terkait kasus rampok ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini Siti Komariah sudah dimintai keterangan sekaligus melaporkan secara resmi perampokan tersebut di Polres Kukar, sedangkan Awe masih menjalani perawatan di rumah sakit. “ Masih kita dalami dan saya sudah mengerahkan anggota saya untuk melakukan pengejaran,” tegas Yuliansyah.

Terpisah, Setia Budhi (57) pemilik Toko Eirlangga menerangkan, waktu kejadian hanya ada istrinya, Siti Komariah yang menjaga toko, sedangkan dirinya lagi memasukkan sepeda motor dari samping rumah. “ Waktu itu istri saya lagi makan jeruk yang baru saya belikan, tidak lama ada 4 orang menggunakan sepeda motor dan 1 orang masuk duluan ke dalam toko. Ketika itu 1 orang tersebut bertanya soal harga popok bayi ukuran L dan M isi 20. Istri saya kemudian berdiri dan mendekatinya, ternyata ada 1 orang lagi yang secara diam-diam masuk ke dalam toko dan mengambil uang di laci dan toples yang juga di dalam laci,” terang Budhi kepada polisi.

Usai melihat barang yang ditanya salah satu rampok, Siti membalikkan badan menuju meja kasir. Saat itulah Siti melihat 1 rampok lainnya sedang menyembunyikan uang tokonya dibalik pakaian. “ Istri saya langsung teriak maling, maling sambil menunjuk ke arah rampok itu. Kemudian rampok yang mengambil uang di laci itu sempat mendorong istri saya dan langsung keluar toko,” kata Budhi.

Sewaktu istrinya berteriak, Budhi mengatakan kalau dirinya masih dibelakang rumah. Sementara saat perampokan terjadi datang Awe yang membantu istrinya. “ Pas saya sudah ke depan rampoknya sudah kabur. Untuk uang yang dirampok sekitar Rp 2 sampai Rp 3 jutaan, itu hasil jualan dari sore tadi,” aku bapak yang memiliki dua anak ini. “ Saya disini berdua istri saja, anak-anak saya kuliah di Yogyakarta,” tambahnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu