Operasi Zebra di Kukar, 370 Pelanggar Terjaring

1News.id, Kutai Kartanegara – Tercatat sebanyak 370 pelanggar yang terjaring dalam razia yang digelar oleh Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) dalam sepekan. Itu merupakan hasil dari Operasi Zebra Mahakam 2015 yang dilakukan sejak 22 Oktober lalu.

Kapolres Kukar AKBP Handoko, melalui Kasat Lantas AKP Afrian Satya Permadi mengungkapkan, ratusan pelanggar tersebut kebanyakan pengemudi sepeda motor. Pelanggaran yang dilakukan kebanyakan tidak membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). “ Saya juga bingung, kok ada yang bawa sepeda motor tapi tidak bawa STNK-nya. Apakah pinjam atau milik orang tuanya terus dibawa diam-diam,” ungkap Afrian kepada harian ini saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2015) sore.

Para pelanggar yang terjaring itu merupakan hasil operasi di tiga kecamatan, yakni Tenggarong, Loa Kulu dan Tenggarong Seberang. Bahkan Kamis (29/10) siang, pihaknya kembali menggelar rajia di jalur poros Tenggarong – Samarinda dan berhasil menilang 54 pelanggar. “ Kalau yang tidak bawa STNK ya kami tilang motornya, takutnya saja itu motor curian atau bodong. Tapi apabila ada membawa STNK, namun tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi), maka kami tilang motornya dan kebanyakan masih pelajar. Sedangkan yang tidak mengenakan helm standar, maka akan kami tilang STNK atau SIM-nya,” tegas Kasat.

Sekedar diketahui, Operasi Zebra ini akan berlangsung hingga 4 November 2015 mendatang. Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Bukan hanya pengemudi sepeda motor, penindakan juga dilakukan terhadap mobil, truk, dan angkutan umum.

Bahkan, pantauan dilapangan. Selama operasi berlangsung banyak hal lucu yang terjadi. Mungkin sudah sering kali kita melihat ada pengendara yang nekat memutarbalikkan arah kendaraannya agar terhindar dari rajia. Namun, saat Satlantas Polres Kukar menggelar rajia di jalur poros Loa Kulu – Loa Janan beberapa waktu lalu, ada hal menggelikan yang terjadi. Sepasang suami istri ribut di depan petugas setelah mengetahui STNK motor telah digadai oleh suaminya di acara adat di sekitaran Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Janan.

“ Iya itu benar, waktu itu anggota saya menilang pengemudi itu dan bertanya mana STNK-nya? Kemudian pengemudi itu bersuara pelan kepada anggota saya kalau STNK-nya telah digadai saat main judi. Nah istrinya yang berada di sampingnya ternyata mendengar omongan suaminya itu dan langsung ribut di depan anggota saya. Ternyata istrinya tidak tahu kalau STNK motor telah digadai, baru ketahuan pas terkena rajia,” jelas Afrian. (bay)

Berikan Tanggapanmu