Ditangkap di Pasar Loa Kulu, Mencuri Bersama Dua Temannya

1News.id, Kutai Kartanegara – Tiga bocah cilik ditangkap aparat Polsek Loa Kulu karena melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor). Ketiganya berinisial TS (15), AM (13), dan MS (13), semuanya warga Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka ditangkap, Selasa (6/10/2015) malam sekitar pukul 20.00 Wita di Pasar Loa Kulu.

Kapolres Kukar AKBP Handoko, melalui Kapolsek Loa Kulu AKP Brahma Aditya mengatakan, motor yang dicuri merek Yamaha Vixion warna hitam. Motor tersebut milik Riza Lian (23) warga Desa Jembayan. Pencurian yang dilakukan tiga bocah ini terjadi, Selasa malam tepat di rumah Riza. Ketika itu ketiganya melihat motor milik Riza tersebut terparkir di depan rumah dan kunci kontaknya masih menempel. “ Usai mencuri motor itu, para pelaku langsung membawa motor tersebut dengan berboncengan. Mereka membawanya sampai di Pasar Loa Kulu,” terang Brahma kepada harian ini, Rabu (7/10/2015) pagi.

Riza yang menyadari motornya hilang langsung melaporkannya ke Polsek Loa Kulu. Tim Petir yang menerima laporan langsung mencari keberadaan motor tersebut. Sampai akhirnya AM dan MS ditemukan sedang nongkrong di Pasar Loa Kulu bersama motor itu. Setelah diamankan, keduanya mengatakan kalau ada rekannya, TS yang juga ikut mencuri. Hanya saja waktu penangkapan TS sudah pulang ke rumah dijemput orang tuanya. “ Sehabis menangkap dua pelaku, anggota langsung menangkap pelaku satunya lagi. Kemudian semuanya dibawa ke Mapolsek Loa Kulu,” tutur Brahma.

Karena tiga bocah yang melakukan pencurian ini masih dibawah umur, bahkan MS masih berstatus kelas 6 sekolah dasar (SD), dilakukan Diversi atau pradilan diluar pengadilan.  Hal tersebut mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor 11 Tahun 2012 tentang system pradilan anak.

“ Jadi kita pertemukan antara pelapor dengan ketiga pelaku beserta orang tuanya dan disaksikan oleh P2TP2A Kukar. Setelah disepakati, ketiganya dipulangkan, namun proses hukumnya tetap berjalan dan menunggu putusan Diversi dari Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong,” urai Kapolsek.

Bukan hanya motor yang dicuri, ketiga bocah tersebut Selasa sore juga mencuri 4 unit handphone (Hp) dan 4 cincin batu akik milik Hendri (40) warga Desa Jembayan. Kejadian ini terjadi saat Hendri meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk pulang ke rumah satunya. Melihat kondisi rumah Hendri tak berpenghuni, tiga bocah itu melakukan aksinya untuk mencuri di dalamnya.

Salah satu bocah yakni MS diminta oleh TS dan AM untuk masuk ke dalam rumah Hendri melalui pentilasi jendela rumah yang tidak tertutup. MS memanjat dan berhasil masuk, kemudian MS membukakan pintu kedua temannya itu agar bisa masuk ke dalam rumah juga. Setelah itu mereka mencuri 4 Hp dan 4 cincin tersebut. “ Semuanya mau kami pakai saja, tidak ada niatan untuk dijual, “ aku TS didampingi AM dan MS saat ditemui di Polsek Loa Kulu.

Untuk motor yang dicuri, akan digunakan mereka jalan-jalan ke rumah paman MS yang tinggal di Tenggarong. Rencananya mereka akan makan martabak di rumah paman MS. “ Waktu itu kami lagi jalan kaki, kemudian kami melihat ada kunci kontaknya di motor Vixion itu. Melihat adanya kesempatan, kami bersama-sama memutuskan untuk mengambilnya dan mau digunakan untuk jalan-jalan,” kata bocah yang berhenti sekolah hingga kelas 1 SMP ini.

Agar tidak ketahuan pemilik motor, ketiganya mendorong motor tersebut terlebih dahulu. Mereka mendorong sampai 30 meter, setelah itu baru mereka nyalakan. “ Saya yang bawa motornya karena saya yang bisa pakai kopling, sedangkan dua teman saya dorong dibelakang. Dengan kejadian ini kami mengaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi,” terang TS. (bay)

Berikan Tanggapanmu