Terbakar di Rumah Kakeknya, Sempat Terdengar Tangisan

1News.id, Kutai Kartanegara – Nasib malang menimpa Doni (7), bocah kelas 1 SD di Desa Tukung Ritan Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar). Doni tewas terbakar Senin (21/9/2015) dini hari, saat api melalap kediaman sang kakek, bernama Yakubus Lupa Udau (50) terletak di RT 02 Desa Tukung Ritan. Sementara ini diduga api berasal dari korsleting atau hubungan pendek arus listrik di rumah Udau.

“Saat kebakaran terjadi, sejumlah tetangga sempat mendengar jerit tangis korban. Tapi lantaran kobaran api sangat besar, maka tidak ada warga berani masuk ke rumah yang terbakar,” ujar Kapolres Kukar AKBP Handoko, melalui Kapolsek Tabang Iptu Yunus Tanjung kepada wartawan, Selasa (22/9/2015) sore.

Yunus menambahkan, kebakaran terjadi sekira pukul 04.00 Wita. Ketika itu Doni tidur sendiri di kamar. Sedangkan Udau, kakeknya, tidur di ruang tengah bersama seorang adik Doni yang berusia 5 tahun. Sedangkan Beteq (26), ibu Doni tidak berada di rumah. “Jadi saat kejadian hanya ada Doni, adik dan kakeknya di rumah itu. Nah, begitu mengetahui rumahnya terbakar maka Udau langsung membawa seorang cucunya (adiknya Doni, Red) ke luar. Setelah berada di luar rumah, barulah Udau menyadari Doni yang tidur di kamar, tertinggal,” kata Yunus, lagi.

IMG_20150923_003420

Karena bangunan terbakar itu berbahan kayu, maka si jago merah leluasa mengamuk. Api baru berhasil dipadamkan 2 jam kemudian setelah warga Tukung Ritan bergotong-royong menyiramkan air sungai, menggunakan peralatan seadanya. Setelah api padam barulah ditemukan tubuh Doni dalam kondisi sudah hangus terbakar.

 “ Waktu itu Udau sempat berusaha masuk ke dalam rumah setelah sadar kalau ada cucunya (Doni,Red) yang tidur di dalam kamar. Tapi karena api sudah membesar, Udau tidak dapat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan cucunya,” terang Yunus.

 Saat kebakaran berlangsung, tetangga Udau sempat mendengar suara tangisan dari dalam rumah. Diduga kuat jeritan tangis itu berasal dari Doni yang kesakitan saat tubuhnya di selimuti api. “ Tidak ada suara teriakan minta tolong, hanya saja ada warga yang mendengar suara tangisan dari dalam rumah. Sepertinya itu suara korban, hingga akhirnya korban ditemukan tewas dalam kondisi terpanggang seperti arang dan tidak dapat dikenali lagi,” ucap Kapolsek.

 Atas kejadian ini, keluarga Udau merasa terpukul. Jenazah Doni langsung dikebumikan sore harinya sekitar pukul 17.00 Wita oleh pihak keluarga. “ Hari itu juga (Senin,Red) korban dikebumikan pihak keluarga dan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini, kami akan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama Unit Inafis Polres Kukar,” pungkas Yunus. (bay)

Berikan Tanggapanmu