1News.id, Samarinda – Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kemajuan suatu negara. Sudah menjadi suatu keharusan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan perannya dalam memberikan pendidikan yang layak pada semua lapisan masyarakat diberbagai wilayah khususnya diwilayah-wilayah yang sering luput dari perhatian khalayak ramai. Dan semangat itulah yang diusung oleh komunitas ini.

Siang ini (2/8/2015) 1news.id bertemu dengan beberapa perempuan yang sangat menginspirasi. Mereka adalah Olivia Novina Damayanti yang merupakan Ketua Komunitas 1000 guru Kaltim regional Samarinda dan Miftah Annisa Maudy yang juga menjabat sebagai bendahara komunitas 1000 guru Kaltim di Samarinda.

Ketika ditanya mengenai komunitas ini, olivia dengan semangat menjelaskannya kepada 1news.id. 1000 guru ini merupakan sebuah komunitas yang konsen kepada pendidikan diberbagai wilayah di Indonesia yang jarang tersentuh oleh perhatian khalayak ramai.

“komunitas 1000 guru ini didirikan oleh kak Jemi Ngadiono. Berpusat di Jakarta dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia salah satunya Kaltim. kami berfokus kepada pendidikan di daerah tertinggal” tutur oliv kepada 1news.id

Lebih lanjut oliv menjelaskan tentang terbentuknya komunitas 1000 guru Kaltim regional Samarinda berawal komunitas 1000 guru yang ada di Kaltim hendak melaksanakan kopdar perdananya di balikpapan dan pesertanya dari seluruh wilayah kalimantan timur termasuk dari pusat (Jemi Ngadiono). Ketika kopdar kami mendiskusikan mengenai pendidikan di Kaltim, kami melihat banyak sekolah-sekolah di kaltim ini yang kurang bahkan luput dari perhatian khalayak ramai (termasuk pemerintah). Dan dari situlah dari kak jemi meresmikan komunitas 1000 guru kaltim, yaitu regional samarinda dan balikpapan pada tanggal 26 Juli 2015. Tutur oliv dengan semangat.

Komunitas ini memiliki salah satu program yaitu Traveling and Teaching. Komunitas ini mencoba untuk membantu memperlihatkan kepada orang orang tentang keindahan alam yang dimiliki kaltim, dan juga mencoba untuk memperlihatkan kepada masyarakat luat bahwa masih banyak sekolah-sekolah di daerah terpencil yang sangat butuh perhatian, baik dari segi infrastrukturnya, hingga kualitas tenaga pengajarnya.

“Pengajaran yang kami berikan kepada adik-adik ini lebih bersifat non formal, jadi selain beberapa materi pengajaran yang kita miliki kita juga menyelipkan kepada adik-adik disekolah tentang pentingnya sebuah cita-cita, memotivasi mereka dan sebagainya, supaya mereka tetap punya semangat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi” ungkap mifta yang masih bersatus sebagai mahasiswi fakultas ekonomi universitas Mulawarman kepada 1news.id.

Setelah melalui serangkaian pemantapan dan pengenalan melalui sosial media dan sebagainya, berangkat dari niat baik akhirnya komunitas 1000 guru Kaltim regional samarinda ini mengadakan traveling and teaching perdana di Loa Kumbar. Dan program pertama komunitas 1000 guru Kaltim regional Samarinda ini terbilang sukses. Dan dalam waktu dekat ini komunitas 1000 guru Kaltim regional Samarinda ini akan melakukan Traveling and Teaching lagi di Desa budaya lekaq kidau itu tepatnya di sebulu, di kabupaten kukar pada tanggal 21-23 Agustus 2015.

“Untuk saat ini sudah tercatat kurang lebih ada 100 orang yang terdaftar di komunitas 1000 guru Kaltim regional Samarinda. Dan kami masih membuka pendaftaran bagi siapapun yang ingin menjadi volunteer kami sebagai tenaga pengajar. Untuk info lebih lanjut mengenai persyaratan, formulir, hingga contact person untuk menyalurkan donasi bisa add official line kami atau kunjungi akun IG kami di @1000_guru_samarinda. Disini semua bisa menjadi guru.” ungkap Olivia dengan penuh semangat kepada 1news.id.

Oliv dan miftah kompak mengatakan kepada 1news.id bahwa selama masih banyak sekolah-sekolah didaerah yang kurang mendapat perhatian, selama itu juga kami akan turun langsung ke daerah-daerah tersebut. Karena memang merupakan salah pilar dalam pembangunan bangsa. Karena selalu ada kepuasan tersendiri bagi kami ketika bisa membagi ilmu kepada anak-anak. (Ras)

Berikan Tanggapanmu